Dia kusyuk berjalan ke hilir ke hulu
mencari tempat berpeluk kaku
dari matahari tinggi suhu
dari sejuk yang membeku
dari hujan yang menyerbu
harapkan kain mengalas kulit dari melecur
ditemani kotak kotak bujur
di ruang kaki lima dia pun tidur
dijeling si riak dan takbur
tak siapa kisah makan minumnya
tak siapa peduli tidurnya
tak siapa hirau mandinya
tak siapa tahu isi hatinya
mereka hanya tahu mencaci
apabila diminta simpati
mereka tidak laluinya sendiri
hanya memberi alasan supaya berdikari
jiwa menjerit menderita
apa dilalui tidak sama
tidak sama seperti kita
bermegah dengan kuasa kuda
matanya puas berenang dalam air mata
yang dilaluinya hanya duka
cuma kita tidak tahu punca
hanya pandai mencerca
No comments:
Post a Comment