Kau mampu rebahkan aku
kau mampu gigit hatiku
kau mampu ikat kakiku
tapi tak terdaya cabut semangatku
dari desa mengarah ke kota
kuak melawan arus
demi sekotak impian semata
berbekal sepotong doa cuma
aku, dia dan mereka
impian yang nyata serupa
di sana kami berjuang
belajar serbi erti hidup
Yang Maha Esa
berkatilah perjuangan kami
No comments:
Post a Comment