Pages

04 June 2013

Hilang Sakti Melayu (2 Jun 2013)

Suara menangis
sayu sayu
yang kau dengar
itu adalah aku

kita sama melayu
bukan aku tunjuk handal
bukan kata tak sedar diri
aku pon tahu
mana aku berdiri

nusantara
waktu dahari
siapa yang berani cabar
siapa yang berani langgar
dengan tombak
dengan keris
saja kita lontar

sekarang
dengan rakus
kita gigit
darah daging
anak anak panglima
anak anak laksamana
kita sendiri

melayu
yang satu masa dulu
cukup digeruni
kini
gigit sama sendiri
darah yang sudah basi
melayu yang hilang sakti

Tentatif (2 Jun 2013)

Tanamkan segala
kemahuan, keinginan
yang indah itu
yang hebat itu
bukan celik mata
terpampang depan durja
memang makan masa
biar susah dahulu
nanti baru tahu

29 May 2013

Tiga Penjuru (29 Mei 2013)

Dari satu
ke satu penjuru
dari dalam
dari luar
tiada yang terlepas
curi pandang aku

Bonda, selamatkan aku
Ayah, dengar rintihanku

Dengar sini kawan
jangan ikut aku
bukan jalan lurus yang aku lalu
penuh duri penuh berliku

dari masa silam
sangat sarat bintik hitam
percaya ku memang kejam
bukan bunga tapi sengsara
yang aku pinjam

hidupkan aku saudara
kejutkan dari lena

Ritma Jantung Baru (29 Mei 2013)

Andaikan saja
ada jantung baru
boleh keluar dari saku
berdenyut empunya perilaku
mengikut ritma dia berlagu
jadinya nafsu bukat satu
semuanya bencana sini situ
dengan beribu lagu
kasadnya melampias nafsu
si penipu menipu yang ditipu
tiada lagi bijaksana
tiada lagi arif yang tahu
riak durja kita tahu
mana palsu jadi yang jitu

27 May 2013

Tujuh Tahun Lagi (27 Mei 2013)

Tujuh tahun lagi
apa aku akan pakai
apa aku akan sarung
siapa akan aku payung
ceriakan aku dalam bermenung
terlalu mendalam
aku berfikir
fikrah yang berlebihan
tersentak dengan alunan igauan
acap kali tampil aku tertekan

tujuh tahun lagi
entah aku masih berdiri
ataupun mati

Berbicara Dengan Awan (27 Mei 2013)

Wahai awan
harap kau tidak turunkan hujan
waktu aku sedang beroyat
tentang hikayat aku
kepadamu sambil aku mendongak
culang caling aku
bila tak tahu apa yang berlaku
sambil kocek dalam saku
aku berdiri kaku
sementang dia tidak disisi
aku tetap mencari kau awan
mencari kau yang untuk aku tuliskan
tuliskan namanya lukiskan durjanya
sampaikan warkah ini kepadanya
terima kasih awan

Rindu Yang Pasti (27 Mei 2013)

Sepertinya
mahu saja aku
telan suara kamu
supaya nanti
bila aku rindu
aku luahkan dan aku dengar
atma yang tiada lagi karar
bila aku rindu
bila tiada lagi
di depanku durjamu
cuma sejuring dari kata kata
ingin aku kedepankan
aku rindu kamu

23 May 2013

Senja Kini (23 Mei 2013)


Senja itu
hati cuma suku
tiada termampu
untuk berlagu
syahdu
sungguh sayu
kaku terpaku
tergigitkan rasa rindu
biar begitu
senyum aku menunggu

tapi
senja kini
tergaru berkali kali
cuma bayang disisi
cuma berimaginari
hujan tergelincir lagi
ke dalam mata dia refleksi
sayu hati
perasaan ngeri
kadang indah tak terperi
biarkan aku menanti
terus aku begini
sampai yang menjemput hanya mati
izinNya kita jumpa sana nanti

22 May 2013

Berdirinya Wanita Sakti (22 Mei 2013)


Bukan aku tak cuba
aku cuba
sarung sepatu
yang dia pakai
tapi aku gagal
aku jatuh
aku mengeluh
berpeluh peluh

tapi dia
sambil tersenyum
dia berdiri
berjalan
malah berlari
lebih dari bukti
dia harungi
dia hadapi
berdirinya wanita sakti

21 May 2013

Panglima Beta (21 Mei 2013)


takkan ku biar beliung
yang mengharung
menjajahmu yang terpatung

takkan ku biar guruh
yang menyeluruh
mengganggumu yang mengeruh

walaupun yang tersembunyi
walaupun yang tersorok

tapi
apalah sangat
kudrat ini
kita merencana
takdir yang terlaksana

semadilah dikau
dengan aman disana