Suara ini . .
tercungap menjahit perit
yang tak ingin kau melukis pahit
sentiasa mahu ceria dikait
Suara ini . .
lembut menghiburkan
bisik angin tidak dihiraukan
di sisi doa penuh harapan
Suara ini . .
diekori suara ngeri
yang memandang suara ini
sebagai suara basi
Suara ini . .
yang kerap bertanding
meski dianggap keding
ingin senyum tetap seiring
Suara itu . .
hanya pandai meminta
mahukan emas yang bertakhta
yang hanya wujud dari minda
Suara itu . .
tetap terus bernyanyi
terus menganggap malam seperti pagi
meski teruk dicaci dan dimaki
tercungap menjahit perit
yang tak ingin kau melukis pahit
sentiasa mahu ceria dikait
Suara ini . .
lembut menghiburkan
bisik angin tidak dihiraukan
di sisi doa penuh harapan
Suara ini . .
diekori suara ngeri
yang memandang suara ini
sebagai suara basi
Suara ini . .
yang kerap bertanding
meski dianggap keding
ingin senyum tetap seiring
Suara itu . .
hanya pandai meminta
mahukan emas yang bertakhta
yang hanya wujud dari minda
Suara itu . .
tetap terus bernyanyi
terus menganggap malam seperti pagi
meski teruk dicaci dan dimaki
No comments:
Post a Comment